Menerbangkan drone VEX AIR di dalam ruangan adalah pengalaman belajar langsung yang membutuhkan peran yang jelas, tanggung jawab bersama, dan kebiasaan keselamatan yang konsisten. Strategi dan panduan dalam artikel ini dirancang untuk membantu guru dan siswa memahami cara mempersiapkan, mengoperasikan, dan mengakhiri penerbangan drone dengan aman di lingkungan pembelajaran dalam ruangan. Drone VEX AIR ditujukan untuk penggunaan di dalam ruangan , tidak boleh diterbangkan di luar ruangan.
Menetapkan Peran Siswa
Keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab semua orang saat Anda bekerja dengan VEX AIR. Salah satu bagian dari menciptakan lingkungan penerbangan dalam ruangan yang aman adalah menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas bagi siswa dan orang dewasa. Ketika semua orang memahami ekspektasi dengan jelas, hal itu dapat membantu menghilangkan ambiguitas dan memastikan sesi penerbangan berjalan lancar.
Setiap siswa harus memiliki peran yang ditetapkan untuk setiap penerbangan, sehingga setiap anggota kelompok atau tim penerbangan mengetahui di mana mereka harus berada, dan apa tanggung jawab mereka. Setiap peran akan memiliki tanggung jawab yang berbeda sebelum, selama, dan setelah penerbangan, yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam artikel ini. Peran-peran berikut direkomendasikan:
- Pilot(s) - Siswa di Stasiun Pilot yang mengenakan Pengontrol Drone VEX AIR dan secara aktif menerbangkan drone di area penerbangan.
- Co-Pilot(s) - Seorang siswa di Stasiun Pilot yang bekerja dengan pilot dan memantau secara visual posisi drone dan level baterai selama penerbangan.
- Pengamat - Siswa lain yang tidak menjadi pilot. Para pengamat harus tetap berada di dalam atau di luar zona penyangga, tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, dan mungkin sedang merenungkan atau mempersiapkan diri untuk penerbangan.
Para siswa harus tetap menjalankan peran mereka selama satu siklus penerbangan penuh - sebelum, selama, dan setelah penerbangan - sehingga mereka melaksanakan semua tanggung jawab yang diberikan secara adil. Para siswa kemudian dapat bergantian, atau bergiliran dalam peran tersebut sehingga setiap orang memiliki kesempatan untuk menerbangkan drone.
Buat Jadwal Penerbangan
Jika beberapa kelompok atau tim akan menggunakan area penerbangan pusat yang sama selama periode atau sesi kelas yang sama, akan sangat membantu jika direncanakan terlebih dahulu dan dibuat jadwal penerbangan.
Jadwal sederhana dapat membantu siswa mengetahui berapa banyak waktu yang mereka miliki di dalam dan di luar area penerbangan, sehingga mereka dapat bekerja sesuai dengan jadwal tersebut dalam kelompok mereka.
Untuk membuat jadwal Anda, tetapkan "Waktu Lepas Landas" untuk setiap grup atau tim penerbangan, dan tempelkan di lokasi yang mudah terlihat. Para siswa harus mengetahui kapan giliran mereka berada di area penerbangan, dan merencanakan sesuai dengan hal tersebut.
Siapa pun yang saat ini tidak sedang terbang adalah pengamat. Para pengamat harus selalu memperhatikan lingkungan sekitar mereka, dan dapat secara aktif terlibat dalam mempersiapkan atau merenungkan penerbangan tersebut. Tugas pengamat meliputi:
- Berlatih terbang di Simulator Penerbangan VEX AIR.
- Mencatat dan merekam informasi penerbangan pada Buku Catatan Misi.
- Merencanakan jalur penerbangan bersama tim penerbangan mereka.
- Mengamati area penerbangan untuk melihat bagaimana tim lain mendekati tugas yang ada.
Siap Terbang
Sebelum melakukan penerbangan apa pun, pilot memeriksa lebih dari sekadar pesawat mereka, mereka memeriksa diri mereka sendiri, mengajukan pertanyaan penting: Apakah saya layak untuk terbang? Kondisi layak terbang berarti pilot dan kopilot fokus, waspada, dan siap mengikuti prosedur keselamatan sebelum lepas landas. Drone yang berfungsi sempurna pun bisa menjadi tidak aman jika pilotnya lelah, teralihkan perhatiannya, atau terburu-buru.
Bagi para siswa, kondisi siap terbang berarti mereka fokus, siap, tenang, aman, terprepared, dan sadar. Diskusikan dengan siswa Anda tentang apa arti "layak terbang" dalam konteks Anda. Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk berdiskusi dengan siswa tentang cara mengetahui apakah mereka layak untuk terbang:
- Fokus – Saya memperhatikan dan tidak teralihkan.
- Siap – Saya memahami tugas atau misi hari ini.
- Tenang – Saya tidak terburu-buru, frustrasi, atau terlalu bersemangat.
- Aman – Saya mengikuti semua peraturan dan prosedur keselamatan.
- Siap – Saya telah menyelesaikan daftar periksa pra-penerbangan.
- Sadar – Zona lepas landas dan pendaratan aman.
Tidak masalah bagi pilot atau kopilot untuk tidak menerbangkan pesawat jika ada sesuatu yang terasa tidak aman atau tidak pasti. Para siswa dapat berganti peran sesuai kebutuhan untuk memastikan mereka hanya terbang ketika merasa aman.
Tanggung Jawab Sebelum Penerbangan
Orang dewasa dan siswa bertanggung jawab untuk mempersiapkan diri sebelum penerbangan. Tergantung pada peran yang diemban, tanggung jawab ini berbeda-beda. Bagan ini menunjukkan tanggung jawab yang direkomendasikan sebelum penerbangan:
Orang dewasa |
Tim Penerbangan: Pilot & Kopilot |
Pengamat |
|---|---|---|
|
|
|
Penanggung Jawab Keselamatan adalah orang dewasa yang bertugas mengawasi dan bertanggung jawab langsung untuk memantau keselamatan penerbangan siswa serta menangani masalah keselamatan (sesuai dengan semua kebijakan sekolah) yang muncul. Pastikan siswa mengetahui siapa Penanggung Jawab Keamanan, sehingga mereka dapat menyampaikan pertanyaan atau kekhawatiran mereka dengan tepat.
Sumber daya berikut dapat membantu Anda dalam mempersiapkan penerbangan:
- Untuk rekomendasi tentang cara menyiapkan ruang Anda untuk penerbangan, lihat artikel ini.
- Untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemeriksaan keselamatan sebelum penerbangan, lihat artikel ini.
- Daftar periksa pra-penerbangan yang dapat dicetak (Google Doc / .docx / .pdf)
- Lihat artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang Kunci Baling-Baling Drone VEX AIR.
Tanggung Jawab Selama Penerbangan
Setiap orang bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan penerbangan yang aman saat penerbangan berlangsung. Bagan ini menunjukkan tanggung jawab yang direkomendasikan selama penerbangan berlangsung:
Orang dewasa |
Tim Penerbangan: Pilot |
Tim Penerbangan: Kopilot |
Pengamat |
|---|---|---|---|
|
|
|
|
|
SEMUA: Menekan tombol "Potong" jika terjadi keadaan darurat Siapa pun (siswa atau orang dewasa) dapat meneriakkan "CUT!" kapan saja jika mereka melihat masalah keselamatan selama penerbangan. Semua pilot harus segera berhenti terbang ketika aba-aba "Cut" diberikan. | |||
Jika terjadi keadaan darurat selama penerbangan, semua orang bertanggung jawab untuk menjaga prosedur keselamatan. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti:
-
Mengucapkan "CUT" untuk menghentikan penerbangan – Siapa pun (siswa atau dewasa) dapat mengucapkan "CUT!" kapan saja jika mereka melihat masalah keselamatan selama penerbangan. Semua pilot harus segera berhenti terbang ketika aba-aba "Cut" diberikan. Pilot dapat mengaktifkan Emergency Stop (E-Stop) jika diperlukan saat ini.
- Untuk memastikan semua siswa memahami tanggung jawab ini, lakukan simulasi skenario yang mengharuskan aba-aba "Berhenti" diberikan, dan apa yang harus dilakukan setiap siswa sesuai perannya ketika aba-aba "Berhenti" diberikan.
-
Mengaktifkan Tombol Berhenti Darurat (E-Stop) – Menekan tombol Pengunci Baling-Baling dan Lepas Landas & Mendarat pada pengontrol secara bersamaan akan menghentikan semua motor dengan segera, dan drone akan jatuh ke tanah.
- Pastikan siswa mengetahui cara dan kapan harus mengaktifkan tombol E-Stop.
- Diskusikan apa yang dianggap sebagai keadaan darurat selama penerbangan, dan apa yang harus dilakukan setelah penghentian darurat (E-Stop) terjadi. Lihat artikel ini untuk informasi selengkapnya.
Tanggung Jawab Setelah Penerbangan
Setelah penerbangan usai, masih ada hal-hal yang bisa dilakukan. Bagan ini menunjukkan tanggung jawab yang direkomendasikan setelah penerbangan:
Orang dewasa |
Tim Penerbangan: Pilot & Kopilot |
Pengamat |
|---|---|---|
|
|
|
Sumber daya berikut dapat membantu Anda saat menyelesaikan penerbangan: