Potensiometer VEX V2 adalah sensor yang mengukur posisi putaran poros dengan menyediakan sinyal tegangan variabel. Ia menawarkan daya tahan, keandalan, dan presisi yang lebih tinggi dibandingkan model potensiometer sebelumnya.
Cara Kerja Potensiometer V2
Potensiometer adalah resistor variabel analog. Alat ini menghasilkan tegangan keluaran yang bervariasi berdasarkan posisi lengan penghapus internal yang bergerak melintasi bahan resistif. Saat poros berputar, lengan penghapus menyapu lintasan resistif, mengubah resistansi dan karenanya tegangan keluaran.
Potensiometer V2 menggunakan lintasan resistif plastik konduktif, bukan bahan resistif mekanis tradisional. Ini memberikan pengoperasian yang lebih lancar, mengurangi keausan, dan memperpanjang umur sensor. Sensor menghasilkan tegangan analog yang dibaca oleh Port 3-Wire EXP Brain dan diubah menjadi nilai digital antara 0 dan 4095.
Potensiometer juga berisi wilayah yang disebut deadband, di mana tidak ada bahan resistif yang hadir. Jika lengan wiper bergerak ke area ini, sirkuit menjadi terbuka dan sensor mengeluarkan 0 volt. Potensiometer V2 dirancang untuk meminimalkan efek deadband, sehingga memungkinkan pembacaan yang lebih konsisten.
Banyak potensiometer umum, seperti yang digunakan untuk kenop volume atau peredup lampu, menggunakan poros tetap untuk menyesuaikan resistansi saat berputar. Desain ini sering kali mengandalkan kontak gesekan dengan bahan resistif yang dapat aus seiring waktu.
Pada potensiometer poros tetap, putaran poros secara langsung menggerakkan wiper melintasi lintasan resistif. Seiring berjalannya waktu, keausan mekanis dapat menyebabkan pembacaan tidak konsisten atau kegagalan sensor.
Potensiometer VEX V2 menggunakan desain lubang tembus, bukan poros tetap. Poros persegi melewati lubang tengah, yang memungkinkan pengukuran putaran tanpa membatasi opsi pemasangan. Desain ini memberikan integrasi fleksibel ke dalam berbagai mekanisme sambil mempertahankan daya tahan dan akurasi.
Penggunaan Umum Potensiometer V2
Potensiometer umumnya digunakan untuk dua aplikasi utama: mengendalikan posisi suatu rakitan atau memberikan umpan balik yang bervariasi ke sistem untuk memilih fungsi atau mengubah nilai variabel.
Mengontrol posisi:Potensiometer dapat dipasang ke poros berputar pada struktur mekanis untuk memberikan umpan balik posisi. Misalnya, sensor dapat dipasang untuk memantau posisi mekanisme lengan. Dengan menggunakan umpan balik dari sensor, sistem kontrol dapat diprogram untuk menggerakkan, menghentikan, dan menahan lengan pada posisi tertentu saat masukan tertentu dipicu.
Menyesuaikan variabel atau fungsi: Suatu rakitan sederhana, seperti kenop yang terpasang pada poros potensiometer, dapat digunakan untuk menyesuaikan variabel dalam suatu program. Setiap kali sistem dijalankan, nilai yang dibaca dari potensiometer dapat menentukan seberapa banyak mekanisme bergerak atau bagaimana tindakan tertentu dieksekusi.
Contoh lain adalah membagi rentang keluaran potensiometer menjadi beberapa segmen, di mana setiap rentang memicu fungsi atau pesan yang berbeda saat dipilih. Misalnya, memutar kenop ke posisi berbeda dapat mengubah pesan yang ditampilkan pada antarmuka pengguna.
Untuk panduan tentang cara mengonfigurasi Potensiometer V2 sebagai Perangkat 3-Kawat, buka di sini.